Sejarah Singkat SMP Kristen Gandangbatu
Sejarah Singkat SMP Kristen Gandang Batu[1]
SMP Kristen Gandangbatu merupakan sekolah yang berada dalam
pengelolaan dan asuhan Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT) terletak
di Lembang Gandangbatu, Kec. Gandangbatu Sillanan, Kab. Tana Toraja
Propinsi Sulawesi Selatan.
Pada sekitar tahun 1950an tamatan Sekolah Rakyat di daerah
Gandangbatu Sillanan sangat sulit melanjutkan pendidikannya, khususnya
ketingkat Sekolah Menengah Pertama, yang pada waktu itu hanya ada dikota
Makale dan Rantepao bagi kabupaten Tana Toraja. Oleh karena itu hanya
beberapa anak tamatan Sekolah Rakyat yang berpeluang melanjutkan
pendidikannya yaitu dari keluarga yang mampu dibidang ekonomi,
selebihnya tinggal di desa.
Bertolak dari kenyataan itulah, maka sejumlah tokoh masyarakat
gandangbatu mengambil inisiatif untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Adapun tokoh masyarakat yang merupakan penginisiatif berdirinya SMP
Kristen Gandangbatu antara lain :
1. Rempe (Ambe’ Badeng)
2. J. Romang
3. J. Lantang
4. Renden (Ambe’ Laga’)
Setelah dilakukan musyawarah untuk mufakat maka
disepakatilah untuk mendirikan sebuah SMP di gandangbatu, dan pada
tanggal 1 agustus 1952 dibukalah SMP tersebut dengan nama SMGT ( Sekolah
Menengah Gereja Toraja) dan dipimpin oleh bapak J. Lantang sebagai
kepalah sekolah.
Proses belajar di SMGT Gandangbatu tidak berlangsung lama,
karena kondisi keamanan tidak kondusif pada tahun 1953, yang disebabkan
oleh gerombolan pengacau DI/TII, tetapi admininistrasi tentang sekolah
tersebut tetap dilaksanakan dengan pelaporan ke Jakarta.
Pada tahun 1956/1957 kegiatan pembelajaran diaktifkan kembali
mulai tanggal 1 agustus 1956, dengan nama sekolah SMP Kristen
Gandangbatu yang berlokasi di Tondon Sampang, pada saat itu bapak J.
Ruma ditunjuk sebagai kepala sekolah dan tenaga pengajar adalah
guru-guru pada SR gandangbatu. Pada tahun ajaran 1956/1957 SMP Kristen
gandangbatu menerima siswa sebanyak 24 orang.
Pada bulan mei 1957 bapak J. Ruma, diangkat sebagai guru SGB
Negeri Masamba, dan beliau diganti oleh J. kondo menjabat sebagai
kepalah sekolah sampai juli 1957.
Perkembangan SMP Kristen gandangbatu semakin meningkat setiap
tahun sehingga pada tahun ajaran 1957/1958 diberikan guru tetap
sebanyak tiga orang, yaitu dari YPKT dua orang dan dari pemerintah satu
orang, ketiga guru tetap tersebut ialah :
1. J. Salewa
2. S.S. Bitticaca (sebagai guru tetap YPKT)
3. John Gandjang (guru negara yang diperbantukan)
Bersamaan dengan penempatan tiga guru tetap, SMP Kristen
Gandangbatu berubah status menjadi SMP Kristen Berbantuan Gandangbatu,
bapak J. Salewa sebagai kepalah sekolah.
Dalam perkembangan selanjutnya SMP Kristen Berbantuan
Gandangbatu membuka kelas jauh di Sillanan (tahun 1958/1959 sampai tahun
ajaran 1971/1972), sedangkan kelas jauh di Salubarani pada tahun ajaran
1965/1966 sampai tahun ajaran 1976/1977. Dan sesudah itu kedua kelas
jauh didewasakan menjadi sekolah yang berdiri sendiri.
Dengan terciptanya pertumbuhan dan perkembangan kemajuan sekolah
yang semakin meningkat serta hasil yang dicapai semakin optimal maka SMP
Kristen Gandangbatu tetap mendapat perhatian dari YPKT, Pemerintah dan
Masyarakat dibidang pisik dan sarana pembelajaran.
Dalam upaya meningkatkan pendidikan, SMP Kristen Gandangbatu bekerjasama dengan POMG, yang pada saat itu susunan pengurus POMG
Adalah :
Ketua : Thomas Rimang
Sekretaris : A.K. Luden
Bendahara : J. L Pangloli
Pembantu : Kepala-kepala Ronda
Susunan nama Kepala Sekolah yang pernah memimpin SMP Kristen Gandangbatu :
1. J. Lantang
2. J. Ruma
3. J. Kondo
4. J. Salewa’
5. J. Kali
6. John Gandjang
7. L. Pattong
8. J.S Pangloli
9. Kalvein Inggu’
[1] Dokumen Sejarah Singkat SMP Kristen Gandangbatu dan Hasil wawancara dengan Matius Maro
(salah seorang mantan Guru di SMP Kristen Gandangbatu, yang merupakan
guru tertua yang masi ada sampai sekarang), Gandangbatu 5 Juni 2012

Daftar kepala sekolah di atas sebelum Kalvin Inggu ada Y.S Parore
BalasHapus